“Kita sudah beberapa kali berada dalam situasi seperti ini sebelumnya, yang pada akhirnya berujung pada kekecewaan,” kata analis ING dalam catatan pada Kamis, sembari memperkirakan rata-rata harga Brent sebesar USD104 per barel pada kuartal ini.
Secara terpisah, UBS menaikkan proyeksi harga minyak sebesar USD10 per barel pada Kamis, dengan memperkirakan Brent di USD105 per barel dan WTI di USD97 pada September.
Iran memperingatkan terhadap serangan lanjutan dan mengumumkan langkah-langkah yang memperkuat kendalinya atas selat tersebut, yang tetap sebagian besar ditutup.
Sebelum perang, selat itu menjadi jalur pengiriman minyak dan gas alam cair setara sekitar 20 persen konsumsi global.
Aktivitas ekonomi di zona euro menyusut pada laju tercepat dalam lebih dari 2,5 tahun pada Mei, karena lonjakan biaya hidup akibat perang menekan permintaan jasa di seluruh Eropa dan perusahaan mempercepat pemutusan hubungan kerja, menurut survei pada Kamis.