Menurut para analis, penguatan dolar AS dan volatilitas di pasar logam mulia turut menekan harga komoditas dan sentimen risiko secara lebih luas pada Kamis.
Dari sisi pasokan, diskon ekspor minyak Rusia ke China melebar ke level rekor baru pekan ini.
Para penjual memangkas harga untuk menarik permintaan dari importir minyak terbesar dunia tersebut, sekaligus mengimbangi potensi hilangnya penjualan ke India.
Pada pekan yang sama, Amerika Serikat dan India mengumumkan kesepakatan dagang, di mana India sepakat menghentikan pembelian minyak mentah Rusia.
Sementara itu, surplus perdagangan energi Argentina diperkirakan meningkat pada 2026 dibandingkan rekor tahun lalu, didorong produksi minyak dari formasi shale Vaca Muerta. Tiga analis kepada Reuters memperkirakan surplus tersebut berada di kisaran USD8,5 miliar hingga USD10 miliar. (Aldo Fernando)