Adapun pengiriman smartphone di Indonesia pada kuartal I-2026 turun 9 persen YoY dipengaruhi lonjakan harga ritel sebesar 7-45 persen akibat krisis memori global.
Tekanan semakin besar pada kuartal II-2026 setelah nilai tukar rupiah melemah hingga sekitar Rp18.000 per USD, sementara harga kontrak mobile DRAM meningkat 70-83 persen secara kuartalan.
Kondisi tersebut paling berdampak pada segmen ponsel murah dengan harga di bawah USD150 yang mencatat penurunan pengiriman 19 persen YoY. Sebaliknya, segmen premium dengan harga di atas USD600 justru tumbuh 30 persen YoY dan mencapai pangsa pengiriman tertinggi sebesar 8,3 persen, terutama didorong oleh produk Apple.
Meski memangkas target harga ERAA menjadi Rp500 per saham mengikuti penurunan valuasi pasar secara keseluruhan, Samuel Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi buy.
Saham perseroan diperdagangkan pada valuasi price-to-sales (P/S) 2026 sebesar 0,1 kali, atau sekitar 83 persen lebih rendah dibandingkan rata-rata emiten sejenis. Dari sisi price-to-earnings (P/E) 2026, ERAA juga diperdagangkan dengan diskon sekitar 71 persen terhadap sektor.
(DESI ANGRIANI)