Di sisi lain, dolar AS masih menguat dan berada di jalur kenaikan sekitar 2 persen sepanjang September, didukung oleh imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi.
Penguatan dolar membuat logam yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Harga minyak juga masih bertahan di level tinggi, dengan Brent berada di atas USD100 per barel. Kondisi tersebut menjaga kekhawatiran terhadap inflasi sekaligus ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) AS.
Di antara logam lainnya di LME, aluminium naik 0,11 persen, seng menguat 0,32 persen, timbal naik tipis 0,03 persen, nikel naik 0,45 persen, dan timah menguat 0,15 persen.
Sementara di SHFE, aluminium turun 0,79 persen, seng melemah 0,36 persen, timbal turun 0,34 persen, nikel terkoreksi 0,83 persen, sedangkan timah naik 0,15 persen. (Aldo Fernando)