Ekspansi jaringan juga tercermin dari belanja modal (capital expenditure/capex) yang telah melampaui Rp1 triliun pada semester I-2026.
Dana tersebut terutama digunakan untuk pembangunan titik layanan FWA, perluasan cakupan jaringan FTTH, serta pengadaan perangkat di sisi pelanggan.
Di sisi likuiditas, WIFI mengakhiri semester I-2026 dengan kas sebesar Rp8,29 triliun dan rasio utang bersih terhadap EBITDA sebesar 0,85 kali. Manajemen menargetkan margin EBITDA sebesar 50-60 persen sepanjang 2026.
Meski demikian, kontribusi pendapatan dari pelanggan baru berpotensi tidak langsung tercermin sepenuhnya dalam laporan keuangan.
WIFI memberikan periode gratis selama tiga bulan bagi pelanggan baru, termasuk pelanggan yang diperoleh melalui kampanye Piala Dunia.