Melalui Arsari Sentra Data, Hashim memiliki 45 persen saham Investasi Sukses Bersama, entitas yang mengendalikan 54,42 persen saham WIFI. Dengan struktur kepemilikan tersebut, kepentingan ekonominya di WIFI diperkirakan setara sekitar 24,5 persen.
WIFI juga menyatakan pengunduran diri kedua pejabat tersebut tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perusahaan.
Selain itu, PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) disebut telah mengindikasikan rencana untuk mengakuisisi WIFI, sekaligus menjajaki akuisisi PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET).
Menurut analisis UOB Kay Hian, perkembangan ini dapat mengarah pada konsolidasi aset infrastruktur digital yang lebih luas, alih-alih menandakan Hashim sepenuhnya keluar dari ekosistem bisnis tersebut.
Valuasi WIFI dan Risiko Ekspansi
Dari sisi valuasi, WIFI diperdagangkan pada rasio enterprise value to EBITDA (EV/EBITDA) 12 bulan terakhir sebesar 4,63 kali. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata operator jaringan seluler Indonesia sebesar 4,31 kali.