Perseroan juga mencatatkan penurunan beban usaha dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dari Rp23,65 miliar menjadi Rp15,73 miliar dengan volume kargo mencapai 1,98 juta metrik ton (MT).
Memasuki kuartal berikutnya, Rickie menilai kondisi industri masih akan dipengaruhi oleh dinamika permintaan komoditas dan faktor eksternal lainnya.
Dalam menghadapi kondisi tersebut, perseroan akan tetap mengedepankan fleksibilitas operasional melalui optimalisasi utilisasi armada, pengelolaan kapasitas secara selektif, serta penguatan hubungan jangka panjang dengan pelanggan utama.
"Kami memproyeksikan kondisi pasar masih akan bergerak dinamis dalam jangka pendek," tutur dia.
(DESI ANGRIANI)