IDXChannel - PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), pemilik gerai Hypermart resmi mengumumkan informasi yang lebih rinci terkait Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) alias right issue.
Hypermart akan menerbitkan 23,99 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp50 per saham. Dengan begitu, perseroan berpotensi meraih dana hingga Rp1,2 triliun.
Selain itu, perseroan juga telah menetapkan rasio pembagian HMETD di mana 114 saham lama akan memperoleh 211 HMETD yang dapat dikonversi menjadi saham baru.
Dikutip dari prospektus tambahan yang diterbitkan pada Selasa (14/4/2026), PT Multipolar Tbk (MLPL) selaku pengendali siap melaksanakan seluruh haknya. MLPL yang saat ini menguasai 50,14 persen saham MPPA akan memperoleh 12,03 miliar HMETD atau setara Rp601,6 miliar.
Di samping itu, MLPL juga akan bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer) dengan maksimal tambahan komitmen Rp378,4 miliar. Dengan demikian, MLPL mengalokasikan dana hingga Rp980 miliar dalam aksi korporasi ini.
HMETD bisa diperdagangkan selama 5 hari mulai 19-25 Juni 2026. Adapun pencatatan saham baru hasil pelaksanaan HMETD akan dilakukan pada 19 Juni 2026.
"Tanggal terakhir pelaksanaan HMETD adalah tanggal 25 Juni 2026 sehingga HMETD yang tidak dilaksanakan pada tanggal tersebut tidak berlaku lagi," kata manajemen Hypermart.
Dana hasil rights issue tersebut rencananya digunakan 65,35 persen untuk belanja modal. Hal ini terkait dengan rencana dari perseroan mengakuisisi sejumlah lahan dan bangunan untuk gerai Hypermart.
Sementara sisanya akan dipakai sebagai modal kerja dalam rangka mendukung pengembangan usaha perseroan, termasuk untuk membeli barang dagangan dari pemasok.
Harga saham MPPA hingga siang bergerak menguat 6,4 persen ke level Rp50. Nilai kapitalisasi pasar entitas usaha Lippo Group itu tercatat sebesar Rp648 miliar.
Sepanjang 2025, Hypermart membukukan pendapatan Rp7,25 triliun. Namun, kerugian justru membengkak menjadi Rp152 miliar.
(Rahmat Fiansyah)