sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

IHSG Anjlok ke 6.400, Purbaya Sarankan Investor Serok Saham

Market news editor Anggie Ariesta
18/05/2026 15:08 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun lebih dari 4 persen ke level 6.400 pada perdagangan Senin (18/5/2026).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun lebih dari 4 persen ke level 6.400 pada perdagangan Senin (18/5/2026).  (Foto: iNews Media Group)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun lebih dari 4 persen ke level 6.400 pada perdagangan Senin (18/5/2026). (Foto: iNews Media Group)

Terkait melemahnya kurs rupiah terhadap dolar AS, Ketua LPS periode 2020-2025 mengatakan, pemerintah telah mengumumkan strategi agresif di pasar obligasi dengan memborong surat utang negara. Keputusan ini dirancang untuk membentengi psikologis investor dari kepanikan.

"Nanti kita juga akan masuk ke bond market (pasar obligasi) mulai hari ini. Minggu lalu sudah masuk tapi hanya sedikit, mulai hari ini akan kita masuk dengan lebih signifikan lagi sehingga pasar obligasinya terkendali, sehingga asing yang pegang obligasi enggak keluar karena takut misalnya ada capital loss (kerugian) gara-gara harga obligasi turun. Itu kan bisa membantu pergerakan rupiah sedikit,” tuturnya.

Soal kekhawatiran pasar yang mulai membandingkan depresiasi rupiah dan kejatuhan IHSG saat ini dengan krisis pada 1997-98b silam, Purbaya secara tegas membantah narasi tersebut. Menurutnya, struktur dan respons kebijakan fiskal-moneter saat ini jauh lebih matang, serta tidak ada gejolak ketidakstabilan sosial-politik seperti masa lalu.

“Oh ini kan banyak sentimen, kalau rupiah melemah seolah-olah kita akan bergerak seperti 97-98 lagi, beda, 97-98 itu kebijakannya salah dan instability (guncangan) sosial politik terjadi setelah setahun kita resesi. 97 pertengahan itu kita sudah resesi. Kita kan sekarang belum resesi, ekonomi masih tumbuh kencang. Jadi masih ada ruang untuk memperbaiki semuanya," katanya.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement