sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

IHSG Berayun Tajam Pagi Ini usai Dirut BEI Iman Rachman Mundur

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
30/01/2026 09:55 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berayun tajam pada perdagangan Jumat (30/1/2026) pagi.
IHSG Berayun Tajam Pagi Ini usai Dirut BEI Iman Rachman Mundur. (Foto: MNC Media)
IHSG Berayun Tajam Pagi Ini usai Dirut BEI Iman Rachman Mundur. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berayun tajam pada perdagangan Jumat (30/1/2026) pagi, seiring pelaku pasar merespons kabar pengunduran diri Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman.

Berdasarkan data BEI, IHSG dibuka menguat hingga menyentuh level 8.408,30, sebelum tiba-tiba berbalik melemah ke posisi 8.167,16. Pada pukul 09.43 WIB, indeks mulai bergerak naik dan mencatatkan penguatan 0,65 persen ke level 8.286.

Pengamat pasar modal Michael Yeoh menjelaskan, secara teknikal pada perdagangan Jumat, area support IHSG saat ini berada di level psikologis 8.000.

Pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya kelompok blue chip dan konglomerasi, menjadi salah satu pemicu volatilitas indeks pada sesi pagi ini.

Di sisi lain, pasar masih tergolong rentan terhadap sentimen negatif, menyusul penghentian sementara perdagangan (trading halt) selama 30 menit setelah IHSG sempat terkoreksi hingga 8 persen secara intraday pada Rabu (28/1) dan Kamis (29/1).

Tekanan tersebut muncul seiring penyedia indeks global MSCI menyoroti risiko kelayakan investasi (investability) pasar saham Indonesia.

MSCI menilai, minimnya transparansi struktur kepemilikan perusahaan serta data free float menjadi sumber utama kekhawatiran.

Peringatan tersebut menambah tekanan pada pasar yang selama ini dibayangi arus keluar investor asing.

MSCI menyebutkan, jika tidak terjadi perbaikan yang berarti dalam aspek transparansi hingga Mei mendatang, bobot saham Indonesia di indeks pasar berkembang berpotensi diturunkan.

Bahkan, Indonesia juga berisiko diturunkan statusnya dari emerging market menjadi frontier market.

Merespons sorotan MSCI terkait aspek investability, OJK dan SRO menyiapkan sejumlah langkah, mulai dari penyampaian data kepemilikan saham emiten yang lebih rinci sesuai praktik internasional hingga rencana penerbitan aturan free float minimum 15 persen bagi emiten baru maupun yang telah tercatat.

Pada Jumat pagi, Dirut BEI Iman Rachman secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan tersebut.

"Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia," kata Iman di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Dalam kesempatan itu, Iman berharap keputusannya akan memberikan dampak baik bagi pasar modal Indonesia.

"Semoga dengan pengunduran diri saya ini pasar modal kita menjadi lebih baik," katanya. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement