Di sisi emiten, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV Tahun 2026 dengan nilai pokok Rp612,75 miliar.
Penerbitan ini merupakan bagian dari target penghimpunan dana obligasi hingga Rp5 triliun, dengan kupon sebesar 7,25 persen per tahun. Dana hasil obligasi akan digunakan untuk ekspansi usaha dan refinancing.
Menurut Ratih, langkah BUMI menerbitkan obligasi juga mencerminkan strategi perseroan untuk menghindari potensi dilusi, sekaligus mengindikasikan bahwa manajemen belum menilai harga saham berada pada level optimal untuk melakukan rights issue.
Dari sentimen global, pergerakan bursa Wall Street cenderung terbatas menjelang akhir pekan. Pelaku pasar masih bersikap wait and see sembari menantikan rilis laporan keuangan emiten teknologi raksasa (Big Tech) pada pekan ini, seperti Microsoft (MSFT), Meta Platforms (META), Tesla (TSLA), IBM, hingga Apple (AAPL).
Di pasar komoditas, harga emas terus mencetak rekor tertinggi (all time high/ATH) dengan menembus level di atas USD5.000 per troy ounce per 23 Januari 2026, atau melonjak sekitar 15% sejak awal tahun (year to date/YtD). Kenaikan tajam ini dipicu oleh peralihan investor dari aset dolar AS dan obligasi pemerintah AS ke emas sebagai aset lindung nilai (safe haven), di tengah meningkatnya ketidakpastian global.