IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan berpeluang rebound pada perdagangan awal pekan, Senin (26/1/2026) dalam rentang 8.860 hingga 9.000.
Analis Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih memperkirakan IHSG masih memiliki peluang untuk bergerak menguat secara teknikal meski volatilitas pasar tetap tinggi seiring derasnya arus informasi global dan pergerakan nilai tukar.
"IHSG hari ini diprediksi rebound dalam kisaran 8.860-9.000," tulis ratih dalam riset hariannya, Senin (26/1/2026).
Selama sepekan kemarin, tercatat arus dana asing keluar (outflow) mencapai Rp3,25 triliun di seluruh pasar ekuitas. Tekanan jual asing paling besar terjadi pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), yang dilepas investor asing hingga Rp3,71 triliun dalam sepekan. Kondisi ini membuat harga saham BBCA turun 5,26 persen secara mingguan hingga 23 Januari 2026.
Dari sisi domestik, aksi ambil untung (profit taking) pada saham-saham perbankan turut membebani pergerakan IHSG. Tekanan tersebut muncul seiring respons pasar terhadap berlanjutnya depresiasi nilai tukar rupiah, yang mendorong investor untuk lebih berhati-hati terhadap sektor keuangan.
Di sisi emiten, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV Tahun 2026 dengan nilai pokok Rp612,75 miliar.
Penerbitan ini merupakan bagian dari target penghimpunan dana obligasi hingga Rp5 triliun, dengan kupon sebesar 7,25 persen per tahun. Dana hasil obligasi akan digunakan untuk ekspansi usaha dan refinancing.
Menurut Ratih, langkah BUMI menerbitkan obligasi juga mencerminkan strategi perseroan untuk menghindari potensi dilusi, sekaligus mengindikasikan bahwa manajemen belum menilai harga saham berada pada level optimal untuk melakukan rights issue.
Dari sentimen global, pergerakan bursa Wall Street cenderung terbatas menjelang akhir pekan. Pelaku pasar masih bersikap wait and see sembari menantikan rilis laporan keuangan emiten teknologi raksasa (Big Tech) pada pekan ini, seperti Microsoft (MSFT), Meta Platforms (META), Tesla (TSLA), IBM, hingga Apple (AAPL).
Di pasar komoditas, harga emas terus mencetak rekor tertinggi (all time high/ATH) dengan menembus level di atas USD5.000 per troy ounce per 23 Januari 2026, atau melonjak sekitar 15% sejak awal tahun (year to date/YtD). Kenaikan tajam ini dipicu oleh peralihan investor dari aset dolar AS dan obligasi pemerintah AS ke emas sebagai aset lindung nilai (safe haven), di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Berikut rekomendasi Saham Ajaib Sekuritas hari ini:
1. PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA)
Rekomendasi: Buy
Harga Penutupan: 705
Target Harga: 740
Stop loss: 670
ESSA sideways di area resistance, berpotensi lanjut positif dengan membentuk pola double bottom Indikator MACD bar histogram positif dalam momentum akumulasi.
2. PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG)
Rekomendasi: Buy
Harga Penutupan: 1.925
Target Harga: 2.010
Stop loss: 1.850
SRTG bullish continuation di atas MA 5,20,100. Indikator MACD bar histogram positif dan momentum akumulasi.
3. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI)
Rekomendasi: Speculative Buy
Harga Penutupan: 1.935
Target Harga: 2.080
Stop loss: 1.850
(DESI ANGRIANI)