IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi kembali terkoreksi pada perdagangan Rabu (29/7/2026). Hal ini menyusul kembali melemahnya mata uang rupiah terhadap dolar AS menjelang pertemuan bank sentral, The Federal Reserve (Fed).
Pada perdagangan hari ini, IHSG berpotensi menguji level 6.050-6.100. Secara teknikal, histogram MACD IHSG berlanjut menyempit dan Stochastic RSI melemah di area pivot.
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah 0,89 persen ke 6.130,59 poin. Tekanan terjadi terutama menjelang penutupan sesi II dengan sektor properti mengalami koreksi hingga 3,25 persen.
"Sektor noncyclical menjadi satu-satunya sektor yang menguat 0,52 persen. Harga minyak mentah berlanjut mengalami koreksi setelah diberitakan terjadi pembicaraan antara Iran, Arab Saudi, dan Oman mengenai jalur pelayaran Selat Hormuz," kata Phintraco Sekuritas.
Sementara itu, kurs rupiah kembali ditutup melemah 0,41 persen pada level Rp18,083 per dolar AS pasar spot, mendekati level terendah sepanjang masa di Rp18,190 per dolar AS. Berlanjutnya tekanan terhadap rupiah ini dipengaruhi oleh faktor eksternal dan domestik.