sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wall Street Dibuka Menguat di Tengah Data Inflasi yang Masih Tinggi

Market news editor Nia Deviyana
11/09/2026 22:20 WIB
Indeks-indeks utama Wall Street dibuka menguat meskipun data menunjukkan inflasi AS meningkat pada Agustus 2026.
Wall Street Dibuka Menguat di Tengah Data Inflasi yang Masih Tinggi. Foto: AP.
Wall Street Dibuka Menguat di Tengah Data Inflasi yang Masih Tinggi. Foto: AP.

IDXChannel - Indeks-indeks utama Wall Street dibuka menguat meskipun data menunjukkan inflasi AS meningkat pada Agustus 2026.

Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 638,99 poin atau 1,23 persen menjadi 52.703,09. S&P 500 menguat 79,87 poin atau 1,05 persen menjadi 7.671,57, sedangkan Nasdaq Composite naik 280,58 poin atau 1,08 persen menjadi 26.362,30.

Indeks Harga Konsumen (CPI) naik 0,4 persen pada bulan lalu setelah meningkat tipis 0,1 persen pada Juli, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) Departemen Tenaga Kerja AS. Namun secara tahunan, inflasi konsumen bertahan di 3,4 persen, sama dengan kenaikan pada Juli.

“Angka-angka tersebut masih menunjukkan inflasi yang sulit diturunkan. Bagi saya, ini merupakan hasil yang sesuai ekspektasi, tetapi kemungkinan tidak akan memuaskan siapa pun,” kata salah satu pendiri sekaligus co-head of equity trading di Themis Trading, Joe Saluzzi.

Perubahan ekspektasi terhadap suku bunga membuat kondisi pasar tetap rentan, ketika saham menghadapi sejumlah tekanan, termasuk konflik Timur Tengah yang semakin intensif dan imbal hasil obligasi Treasury yang masih tinggi.

Laporan CPI tersebut menyusul data Indeks Harga Produsen (PPI) pada Kamis yang sedikit lebih tinggi dari perkiraan dan tidak banyak memberikan ketenangan bagi investor.

CBOE Volatility Index (VIX), yang menjadi indikator “pengukur ketakutan” di Wall Street, turun 1,74 poin menjadi 16,16. Penurunan tersebut menandakan kecemasan investor mereda setelah laporan inflasi dirilis.

Namun, trader melihat peluang 86 persen untuk kenaikan suku bunga dalam rapat The Fed berikutnya, naik dari hampir 70 persen sebelum laporan tersebut dirilis, menurut CME FedWatch Tool.

Seluruh 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan di zona hijau. Sektor teknologi memimpin penguatan dengan kenaikan 1,3 persen. Sektor industri dan real estat masing-masing juga naik 0,8 persen.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent turun lebih dari 3 persen, tetapi masih berada di atas USD104 per barel. Sementara itu, kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga turun, tetapi masih mendekati level USD100 per barel.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement