Trump hanya menyatakan bahwa jalur tersebut akan terbuka secara alami setelah konflik berakhir, tanpa memberikan rincian skema yang jelas.
Di tengah situasi tersebut, harga minyak mentah dunia melonjak signifikan. Minyak Brent tercatat naik 3,25 persen ke level USD104,5 per barel pada Kamis (2/4/2026) pagi dan kembali menguat hingga USD108,8 per barel pada sore hari.
Kenaikan harga energi ini turut memperburuk sentimen pasar, khususnya bagi negara-negara importir minyak.
Tekanan juga terlihat di pasar saham regional Asia. Indeks Nikkei melemah 2,38 persen, Kospi turun 4,47 persen, dan Hang Seng terkoreksi 0,7 persen, mencerminkan meningkatnya aversi risiko di kalangan pelaku pasar global.
Selain faktor eksternal, investor juga diminta mencermati sentimen domestik, khususnya terkait rencana pengumuman daftar konsentrasi pemegang saham.
Kebijakan ini berpotensi memengaruhi dinamika perdagangan saham di dalam negeri, terutama terhadap likuiditas dan persepsi transparansi pasar.
(DESI ANGRIANI)