"Dalam jangka sangat pendek, perubahan besar justru bisa meningkatkan uncertainty karena investor membutuhkan waktu untuk mengetahui siapa pengambil keputusan utama dan bagaimana prioritas kebijakan akan dijalankan," ujar dia.
Selain sentimen domestik, tekanan IHSG juga datang dari faktor eksternal dan pasar keuangan. Rupiah melemah 0,40 persen ke level Rp17.966 per USD. Pada saat yang sama, investor asing mencatatkan net sell harian sekitar Rp240 miliar.
Dengan transaksi tersebut, akumulasi net sell investor asing di pasar reguler sepanjang tahun berjalan atau year-to-date (ytd) mencapai sekitar Rp107,4 triliun.
"Pelemahan hari ini tidak bisa semata-mata dibaca sebagai respons negatif terhadap reshuffle, tetapi lebih sebagai kombinasi antara ketidakpastian kebijakan domestik, pelemahan rupiah, arus dana asing yang masih keluar, serta tekanan eksternal dari harga minyak yang kembali mendekati USD100 per barel," tutur Hendra.
Tekanan IHSG juga terjadi ketika mayoritas bursa saham di kawasan Asia bergerak menguat yang menunjukkan sentimen domestik turut menjadi perhatian pasar.