"Kondisi tersebut berpotensi menopang dolar AS dan yield obligasi, sekaligus menekan aliran dana ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia,” katanya.
Di pasar komoditas, harga emas dunia bertahan di level USD4.454 per ons, naik 9,54 persen secara bulanan (month-on-month/MoM), sedangkan batu bara berada di posisi USD139,75 per ton. Sementara itu, harga minyak WTI terkoreksi 1,21 persen secara bulanan menjadi USD83,44 per barel seiring membaiknya kelancaran pasokan di Selat Hormuz.
Di dalam negeri, pelaku pasar menantikan rilis data inflasi, neraca perdagangan, serta nilai ekspor-impor dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 4 September 2026. Data tersebut akan memberikan gambaran mengenai kondisi konsumsi, tekanan harga, serta stabilitas sektor eksternal dan berpotensi memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter Bank Indonesia.
Selain data makroekonomi, volatilitas transaksi juga berpotensi meningkat dipicu pelaksanaan efektif rebalancing indeks MSCI pada 1 September 2026 dan semi-annual review FTSE Russell pada 21 September 2026.
Berikut rekomendasi IPOT untuk pekan ini:
- Buy AADI - Current Price: Rp10.225; Entry: Rp10.225; Target Price: Rp10.525 (+2,93 persen); Stop Loss: Rp10.050 (-1,71 persen); Risk to Reward Ratio: 1:1,7.
- Buy ITMG - Current Price: Rp25.650; Entry: Rp25.650; Target Price: Rp26.425 (+3,02 persen); Stop Loss: Rp25.375 (-1,07 persen); Risk to Reward Ratio: 1:2,8.
- Buy TKIM - Current Price: Rp8.050; Entry: Rp8.050; Target Price: Rp8.300 (+3,11 persen); Stop Loss: Rp7.900 (-1,86 persen); Risk to Reward Ratio: 1:1,7.
- Buy obligasi PBS038 dan PBS030.
(Rahmat Fiansyah)