Sementara itu, dari pasar global, bursa Wall Street kompak melemah pada perdagangan Kamis (20/8/2026). Nasdaq turun 1 persen, sedangkan Dow Jones terkoreksi 1,31 persen.
Menurut Ratih, tekanan terhadap pasar saham AS salah satunya berasal dari kembali melonjaknya harga minyak mentah Brent. Harga Brent naik 2,36 persen menjadi USD93,7 per barel.
Kenaikan harga minyak tersebut kembali meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi global dan prospek suku bunga.
Di pasar obligasi, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun kembali naik ke 4,7 persen setelah sebelumnya turun menyusul pernyataan Departemen Keuangan AS yang akan meningkatkan pembelian kembali surat utang jangka panjang.
Selain itu, pasar juga mencermati rencana perusahaan kecerdasan buatan (AI) Anthropic untuk melantai di bursa.