Sepanjang pekan lalu, IHSG tercatat masih mampu bertahan di atas level 7.000. Hal ini membuka peluang terjadinya fase pembentukan dasar (bottoming), meski tidak menutup kemungkinan adanya koreksi lanjutan pada awal pekan.
Dari sisi sentimen, pasar masih dibayangi oleh implementasi daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high share concentration/HSC) yang disusun untuk memenuhi kriteria indeks MSCI.
Kebijakan tersebut berpotensi memicu arus keluar dana (outflow), terutama pada saham dengan tingkat free float rendah namun memiliki bobot besar di indeks.
Sejumlah saham yang telah masuk dalam kategori tersebut antara lain PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).
Kedua saham ini berpotensi mengalami tekanan jual signifikan, yang pada akhirnya dapat memberikan dampak terhadap pergerakan IHSG secara keseluruhan.
Meski demikian, William meyakini kondisi IHSG masih relatif aman selama mampu bertahan dan kembali menguat di atas level 7.000 yang mengindikasikan bahwa tekanan utama lebih terfokus pada saham-saham tertentu, bukan keseluruhan pasar.