sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

IHSG Diproyeksi Tertekan Pekan Ini, Pasar Cermati Geopolitik Timur Tengah hingga Rupiah

Market news editor Rahmat Fiansyah
28/09/2026 07:30 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih menghadapi tekanan pada pekan perdagangan 28 September-2 Oktober 2026. 
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih menghadapi tekanan pada pekan perdagangan 28 September-2 Oktober 2026. (Foto: iNews Media Group)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih menghadapi tekanan pada pekan perdagangan 28 September-2 Oktober 2026. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih menghadapi tekanan pada pekan perdagangan 28 September-2 Oktober 2026. 

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan menilai, sentimen suku bunga global, pergerakan rupiah, harga minyak, serta risiko geopolitik akan menjadi faktor utama yang menentukan arah pasar.

David mengatakan tema higher for longer kembali menguat setelah The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75-4,00 pada 16 September 2026. Langkah serupa juga dilakukan European Central Bank (ECB) yang menaikkan suku bunga 25 basis poin pada 10 September serta Bank of Japan (BOJ) yang menaikkan suku bunga menjadi 1,25 persen.

"Data ekonomi Amerika Serikat yang masih solid, termasuk klaim pengangguran yang turun ke level terendah dalam hampir 60 tahun, memperkuat ekspektasi pengetatan lanjutan dan mendorong dolar AS ke level tertinggi dalam dua bulan," katanya melalui riset, Senin (28/9/2026).

Kondisi tersebut turut menjadi perhatian bagi pasar negara berkembang. Menurut David, kenaikan imbal hasil US Treasury, terutama pada tenor panjang, meningkatkan required risk premium di emerging markets sehingga berpotensi mendorong realokasi portofolio dari pasar negara berkembang menuju aset AS.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement