sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

IHSG Ditutup Melemah ke 5.883, Saham TPIA hingga BUMI Turun Dalam

Market news editor Iqbal Dwi Purnama
24/06/2026 16:20 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan pada perdagangan Rabu (24/6/2026), terutama pada penghujung sesi II.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan pada perdagangan Rabu (24/6/2026), terutama pada penghujung sesi II. (Foto: iNews Media Group)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan pada perdagangan Rabu (24/6/2026), terutama pada penghujung sesi II. (Foto: iNews Media Group)

Senada, saham-saham big banks juga mengalami koreksi meski tak sedalam saham "konglo". Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 3,27 persen ke Rp5.925, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melemah 3,44 persen ke Rp2.810, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terkoreksi 3,64 persen ke Rp3.970.

Penurunan saham big banks plus koreksi saham-saham "konglo" membuat IHSG tak punya tenaga. Pelemahan indeks juga terjadi setelah MSCI menunda evaluasi sambil terus memantau progres reformasi pasar modal Indonesia.

Indonesia tetap dipertahankan dalam kategori emerging market (EM) meski MSCI memberikan ancaman eksplisit untuk membuka konsultasi membahas penurunan ke Frontier Market (FM) apabila tidak ada progres, terutama dari sisi transparansi kepemilikan dan aksi perdagangan terkoordinasi.

Seluruh sektor melemah dengan sektor industri dasar menjadi penurunan terdalam. Hal ini dipicu oleh pelemahan saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).

Sektor energi yang menghijau kemarin juga melemah imbas pembukaan kembali Selat Hormuz yang menekan harga minyak. Saham minyak dan batu bara kompak turun dengan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) turun 4,93 persen ke Rp1.060 dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melemah 11,5 persen ke Rp322.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement