Selain itu, investor juga menunggu data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2026.
Data ini dinilai akan memberikan gambaran apakah dampak pengetatan kebijakan moneter sebesar 100 basis poin serta penyesuaian harga BBM telah mulai dirasakan oleh aktivitas ekonomi riil.
Sentimen lain yang menjadi perhatian adalah proses nominasi Gubernur Bank Indonesia (BI) ke DPR.
Penunjukan pimpinan bank sentral baru diperkirakan memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter dan stabilitas nilai tukar rupiah.
Di sektor komoditas, pelaku pasar akan mencermati perkembangan persetujuan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan tambang.