Setelah batas akhir pengajuan revisi ditutup pada 31 Juli, hasil evaluasi pemerintah dinilai akan menentukan prospek volume produksi batu bara dan nikel pada semester II-2026.
Sementara itu, dari sisi emiten, laporan keuangan kuartal II-2026 PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) juga menjadi sorotan.
BRI Danareksa menilai panduan belanja modal (capital expenditure/capex) kedua perusahaan akan menjadi faktor penentu prospek taktis sektor telekomunikasi dalam tiga bulan ke depan.
Dari eksternal, investor masih memantau perkembangan harga minyak dunia dan situasi di Selat Hormuz. Pasar akan mengamati apakah ketegangan yang kembali meningkat pada akhir pekan berlanjut serta kemungkinan terbentuknya koalisi maritim yang dipimpin Arab Saudi untuk mengamankan jalur pelayaran di kawasan tersebut.
Di sisi global, perhatian juga mengarah pada pidato Gubernur Federal Reserve (The Fed) yang diperkirakan berlangsung dalam simposium Jackson Hole pada akhir Agustus, menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) berikutnya pada 15-16 September.