sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

IHSG Hilang Tenaga usai Reli 3 Hari, Level 5.800 Jadi Penentu

Market news editor TIM RISET IDX CHANNEL
06/07/2026 11:33 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah di awal pekan, Senin (6/7/2026) siang, setelah reli dalam tiga hari terakhir mulai kehilangan momentum.
IHSG Hilang Tenaga usai Reli 3 Hari, Level 5.800 Jadi Penentu. (Foto: MNC Media)
IHSG Hilang Tenaga usai Reli 3 Hari, Level 5.800 Jadi Penentu. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah di awal pekan, Senin (6/7/2026) siang, setelah reli dalam tiga hari terakhir mulai kehilangan momentum.

Pelaku pasar masih memilih bersikap hati-hati menjelang sejumlah rilis data ekonomi penting dari dalam dan luar negeri.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 11.26 WIB, IHSG terkoreksi 0,22 persen ke level 5.862. Nilai transaksi mencapai Rp4,39 triliun dan volume perdagangan 9,18 miliar saham.

Sebanyak 324 saham melemah, 303 menguat, dan 332 sisanya stagnan.

Analis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya, Senin (6/7/2026), menyebut IHSG saat ini masih berada dalam fase konsolidasi setelah penguatan sebelumnya tertahan di area resistance 5.930 yang juga berdekatan dengan moving average (MA) 20 hari sebagai resistance dinamis.

Secara teknikal, indikator MACD masih bergerak di zona positif, mengindikasikan momentum rebound masih terjaga. Meski demikian, sinyal tersebut dinilai belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren.

BRI Danareksa menilai selama IHSG mampu bertahan di atas level psikologis 5.800, indeks masih berpeluang melanjutkan penguatan untuk kembali menguji area resistance 5.930 hingga 6.000.

Dari sisi sentimen, pelaku pasar diperkirakan masih cenderung wait and see menjelang rilis risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC Minutes), data aktivitas sektor jasa Amerika Serikat, serta sejumlah indikator ekonomi domestik seperti cadangan devisa, Indeks Keyakinan Konsumen, dan Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia (BI).

Di pasar komoditas, keputusan OPEC+ untuk kembali meningkatkan produksi minyak dinilai membantu menjaga stabilitas harga energi sekaligus meredakan kekhawatiran terhadap inflasi global.

Sementara itu, kata BRI Danareksa, nilai transaksi harian di BEI yang terus menurun mencerminkan sikap hati-hati investor.

Selain minimnya katalis baru, perhatian pasar juga mulai beralih ke sejumlah proses penawaran umum perdana saham (IPO) yang tengah berlangsung, sehingga berpotensi menyerap sebagian likuiditas di pasar saham. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement