BRI Danareksa menilai selama IHSG mampu bertahan di atas level psikologis 5.800, indeks masih berpeluang melanjutkan penguatan untuk kembali menguji area resistance 5.930 hingga 6.000.
Dari sisi sentimen, pelaku pasar diperkirakan masih cenderung wait and see menjelang rilis risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC Minutes), data aktivitas sektor jasa Amerika Serikat, serta sejumlah indikator ekonomi domestik seperti cadangan devisa, Indeks Keyakinan Konsumen, dan Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia (BI).
Di pasar komoditas, keputusan OPEC+ untuk kembali meningkatkan produksi minyak dinilai membantu menjaga stabilitas harga energi sekaligus meredakan kekhawatiran terhadap inflasi global.
Sementara itu, kata BRI Danareksa, nilai transaksi harian di BEI yang terus menurun mencerminkan sikap hati-hati investor.
Selain minimnya katalis baru, perhatian pasar juga mulai beralih ke sejumlah proses penawaran umum perdana saham (IPO) yang tengah berlangsung, sehingga berpotensi menyerap sebagian likuiditas di pasar saham. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.