IDXChannel — Raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung Electronics, diproyeksikan bakal mencetak rekor lonjakan laba operasional hingga 18 kali lipat pada kuartal II-2026.
Kinerja impresif ini didorong oleh masifnya pertumbuhan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang memicu kelangkaan pasokan memori global dan mengerek harga chip ke level tertinggi.
Dilansir dari CNA pada Senin (6/7/2026), berdasarkan data LSEG SmartEstimate dari konsensus 30 analis terkemuka, produsen chip memori terbesar di dunia ini diperkirakan mengantongi laba operasional sebesar 86 triliun won atau setara USD56,35 miliar (sekitar Rp1.013,73 triliun) untuk periode April-Juni 2026.
Realisasi tersebut melonjak tajam dibanding capaian periode yang sama tahun lalu sebesar 4,7 triliun won, sekaligus menandai rekor laba kuartalan tertinggi selama tiga kuartal berturut-turut bagi perseroan.
Para analis memperkirakan kondisi kurang pasok (undersupply) di pasar memori akan terus bertahan setidaknya hingga tahun depan. Menariknya, pertumbuhan kali ini tidak hanya ditopang oleh segmen High-Bandwidth Memory (HBM), melainkan juga lonjakan permintaan produk konvensional seperti DRAM dan NAND akibat perluasan ekosistem agentic AI.