Dari sisi domestik, data inflasi Juni dan neraca perdagangan Mei akan menjadi indikator awal mengenai kekuatan permintaan dalam negeri serta kondisi eksternal Indonesia menjelang semester II-2026.
Sementara itu, perkembangan situasi Timur Tengah masih menjadi faktor penting yang memengaruhi pergerakan harga minyak. Pasar akan melihat keberlanjutan proses de-eskalasi serta potensi gangguan terhadap pasokan energi global.
Selain itu, investor juga akan memantau perkembangan implementasi kebijakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menjelang MSCI November Review.
Progres tersebut dinilai penting bagi sentimen pasar terhadap akses dan partisipasi investor global di pasar saham Indonesia. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.