Dari sisi investor, pasar saham domestik juga menghadapi tekanan dari aksi jual investor asing. Sepanjang pekan ini, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp1,58 triliun atau USD88,44 juta. Posisi tersebut berbalik dibandingkan pekan sebelumnya ketika investor asing masih mencatatkan net buy Rp695,17 miliar atau USD38,76 juta.
Komposisi nilai transaksi menunjukkan investor domestik semakin mendominasi perdagangan. Porsi investor domestik meningkat dari 70 persen pada pekan sebelumnya menjadi 71 persen pada pekan ini, sedangkan porsi investor asing turun dari 30 persen menjadi 29 persen.
Di tengah pergerakan IHSG yang relatif terbatas, kinerja sektoral menunjukkan perbedaan cukup lebar. Sektor Transportasi dan Logistik menjadi sektor dengan kenaikan tertinggi, yakni 5,19 persen. Sektor Infrastruktur naik 2,97 persen, Healthcare menguat 2 persen, Energy naik 1,09 persen, dan Properties & Real Estate meningkat 0,65 persen.
Sebaliknya, sektor Industrials menjadi sektor dengan penurunan terdalam, yakni 5,14 persen. Kemudian Consumer Non-Cyclicals turun 1,98 persen, Consumer Cyclicals melemah 1,85 persen, Basic Materials turun 1,54 persen, dan Technology terkoreksi 1,39 persen. Sektor Financials relatif stabil dengan penurunan 0,01 persen.
Sementara itu, indikator valuasi pasar menunjukkan kenaikan. Market Price to Earnings Ratio (PER) pada akhir pekan tercatat sebesar 12,83 kali, naik dari 12,73 kali pada pekan sebelumnya. Market Price to Book Value (PBV) juga meningkat dari 1,67 kali menjadi 1,70 kali.
(Rahmat Fiansyah)