Kenaikan tersebut dipicu oleh penurunan rata-rata yield Surat Berharga Negara (SBN) sebesar 3,9 basis poin secara mtm. Selain itu, optimisme terhadap instrumen obligasi domestik juga terlihat dari aksi beli bersih (net buy) oleh investor asing di pasar SBN yang mencapai Rp8,8 triliun secara month to date hingga posisi 29 April 2026.
Kondisi positif juga meliputi industri pengelolaan investasi. Tercatat, Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana menyentuh angka Rp711,89 triliun pada April 2026, tumbuh 2,32 persen secara bulanan dan naik 5,41 persen secara tahun berjalan. Laju pertumbuhan ini didorong oleh minat investasi yang kuat, di mana net subscription reksa dana mencapai Rp8,11 triliun dalam satu bulan dan total akumulasi sebesar Rp37,24 triliun sepanjang tahun 2026.
"Kinerja industri reksa dana yang tetap terjaga ini ditopang oleh kecenderungan investor reksa dana untuk tetap melakukan subscription dengan angka net subscription sebesar Rp8,11 triliun secara month to date dan total sebesar Rp37,24 triliun rupiah secara year to date," kata Hasan.
Teranyar, IHSG ditutup menguat 85,16 poin atau 1,22 persen ke level 7.057,11 pada perdagangan, Selasa (5/5/2026). Sepanjang perdagangan 360 saham menguat, 328 saham melemah dan 271 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp16,98 triliun dari 41,49 miliar saham yang diperdagangkan.
(Rahmat Fiansyah)