Perkembangan tersebut turut mendorong penurunan harga minyak dunia ke bawah level USD90 per barel pada akhir pekan lalu hingga Senin (15/6/2026) pagi.
Penurunan harga minyak dinilai menjadi katalis positif bagi pasar domestik karena berpotensi mengurangi tekanan terhadap defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Selain itu, investor juga merespons positif potensi efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penurunan target pembangunan koperasi desa Merah Putih sebesar 50 persen.
Menurut Phintraco, perhatian investor domestik pekan ini akan tertuju pada hasil Global Market Accessibility Review MSCI dan rebalancing indeks FTSE yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni.
Kedua agenda tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan saham-saham yang masuk dalam konstituen indeks global, terutama terkait aliran dana asing ke pasar saham Indonesia.