Optimisme tersebut turut menekan harga minyak yang terkoreksi lebih dari 4 persen pada Senin dan kembali melemah sekitar 5 persen pada Selasa. Harga minyak mentah WTI turun ke kisaran USD76,05 per barel, sedangkan Brent berada di sekitar USD78,96 per barel.
Penurunan harga energi menjadi sentimen positif karena dapat meredakan tekanan inflasi dan mengurangi risiko pelebaran defisit APBN.
“Rupiah ditutup menguat 0,85 persen di level Rp17.709 per USD. Sektor basic materials membukukan kenaikan terbesar sebesar 7,26 persen,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Meski demikian, sejumlah analis menilai investor masih membutuhkan katalis yang lebih kuat untuk memastikan keberlanjutan pemulihan pasar.
Analis iFAST Capital Kevin Khaw Khai Sheng mengatakan, dikutip Dow Jones Newswires, kenaikan IHSG saat ini masih perlu dikonfirmasi oleh perbaikan sentimen yang lebih permanen.