Selain AMMN, sejumlah saham konglomerasi big cap yang terkait dengan sektor tambang emas dan tembaga juga turut menopang IHSG.
Di antaranya PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dengan kontribusi 6,93 poin, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) sebesar 5,72 poin, serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar 4,59 poin.
Menurut catatan BRI Danareksa Sekuritas, dari dalam negeri, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan stabilitas sistem keuangan masih terjaga dan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 mencapai 5,4-5,5 persen.
Meski demikian, pasar masih perlu mencermati isu penyadapan yang melibatkan sejumlah pejabat tinggi Polri karena berpotensi menambah ketidakpastian politik dan memengaruhi persepsi risiko investasi.
Dari eksternal, hasil Pemilu Sela Amerika Serikat (AS), yang mana Partai Demokrat menang atas Partai Republik alias blue wave di kongres, menjadi perhatian pasar karena berpotensi memengaruhi arah kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump.