IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan awal pekan, Senin (28/9/2026).
Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, penerapan harga saham minimum Rp1 menjadi salah satu faktor yang akan memengaruhi dinamika pasar dalam waktu dekat.
“Kami perkirakan hal tersebut dapat meningkatkan likuiditas transaksi dan juga meningkatkan volatilitas dan risiko,” kata Herditya kepada IDX Channel, Minggu (27/9/2026).
Untuk perdagangan besok, Herditya memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi dan menguji level support 6.186, dan level resistance berada di 6.297.
“Untuk Senin kami perkirakan IHSG masih rawan melanjutkan koreksinya dengan support 6.186 dan resist 6.297,” ujarnya.
Aturan batas minimum harga saham hingga Rp1 merupakan bagian dari reformasi struktur perdagangan dan penataan papan pencatatan BEI. Kebijakan tersebut memungkinkan saham yang sebelumnya terbentur batas harga minimum Rp50 untuk diperdagangkan pada rentang harga yang lebih rendah sesuai mekanisme pasar.
Perubahan ini berpotensi membuka ruang bagi peningkatan aktivitas transaksi pada saham-saham yang sebelumnya terbatas pergerakannya akibat batas minimum harga.
Namun, kebijakan tersebut juga menjadi perhatian investor karena berpotensi meningkatkan volatilitas harga hingga mendorong aksi cut loss serta memicu penyesuaian valuasi dan bobot saham dalam portofolio investor.
Tekanan terhadap IHSG juga tercermin dari kinerja pasar pada pekan sebelumnya. Berdasarkan data BEI untuk periode perdagangan 21-25 September 2026, IHSG ditutup melemah 3,20 persen pada Jumat (25/9/2026) ke level 6.241,25, dan turun 3,09 persen secara mingguan.
Sejalan dengan pelemahan indeks, kapitalisasi pasar BEI tergerus 3,20 persen menjadi Rp10.905 triliun dibandingkan pekan sebelumnya.
Dari sisi investor, asing mencatatkan net sell sebesar Rp559,16 miliar pada perdagangan Jumat (25/9/2026). Dengan demikian, akumulasi net sell investor asing sepanjang 2026 mencapai Rp77,52 triliun.
Di tengah tekanan pasar, rata-rata volume transaksi harian BEI masih meningkat tipis 2,04 persen. Ini menunjukkan aktivitas perdagangan tetap berlangsung di tengah tingginya volatilitas dan ketidakpastian pasar.
(DESI ANGRIANI)