sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

IHSG Pekan Ini Berpotensi Koreksi Tertekan Sentimen Suku Bunga dan Libur Panjang

Market news editor Anggie Ariesta
16/03/2026 05:00 WIB
IHSG diprediksi masih bergerak dalam zona rawan koreksi pada perdagangan pekan ini yang hanya menyisakan dua hari efektif sebelum libur panjang.
IHSG Pekan Ini Berpotensi Koreksi Tertekan Sentimen Suku Bunga dan Libur Panjang. (Foto: iNews Media Group)
IHSG Pekan Ini Berpotensi Koreksi Tertekan Sentimen Suku Bunga dan Libur Panjang. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih bergerak dalam zona rawan koreksi pada perdagangan pekan ini yang hanya menyisakan dua hari efektif sebelum memasuki jeda libur panjang.

Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memetakan pergerakan indeks akan berada dalam rentang support 7.071 dan resistance 7.248.

“Untuk sepekan ke depan kami perkirakan IHSG masih rawan terkoreksi dengan support 7.071 dan resist 7.248,” kata Herditya kepada IDX Channel, Minggu (15/3/2026).

Kondisi pasar modal Indonesia saat ini tengah dipengaruhi oleh kombinasi sentimen geopolitik global dan agenda kebijakan moneter penting dari dalam maupun luar negeri.

Herditya menjelaskan fokus pasar pekan depan tertuju pada kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), serta perkembangan ketegangan di Timur Tengah.

Selain itu, psikologis pasar dipengaruhi oleh persiapan menghadapi libur panjang Nyepi dan Idulfitri.

“Investor masih akan mencermati perkembangan konflik Timur Tengah dan juga libur panjang Nyepi dan Lebaran, di sisi lain akan ada fed rate yang diperkirakan akan stay 3,75 persen,” ujarnya.

Selain kebijakan The Fed, pelaku pasar domestik juga menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang dijadwalkan pada Selasa mendatang. 

Herditya memproyeksikan Bank Indonesia mengambil langkah serupa dengan bank sentral AS, yaitu mempertahankan suku bunga acuan di level saat ini.

Meski ada agenda domestik yang penting, ia menilai faktor dari luar negeri masih memegang kendali lebih besar terhadap fluktuasi indeks.

“Kami perkirakan BI juga akan cenderung stay, dan sentimen IHSG lebih banyak dari eksternal,” tambahnya.

Mengingat pekan ini hanya memiliki hari perdagangan yang terbatas, investor disarankan untuk cenderung lebih berhati-hati dalam mengambil posisi dan memperhatikan manajemen risiko, terutama terhadap saham-saham yang sensitif pada sentimen nilai tukar dan suku bunga.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement