Selain itu, psikologis pasar dipengaruhi oleh persiapan menghadapi libur panjang Nyepi dan Idulfitri.
“Investor masih akan mencermati perkembangan konflik Timur Tengah dan juga libur panjang Nyepi dan Lebaran, di sisi lain akan ada fed rate yang diperkirakan akan stay 3,75 persen,” ujarnya.
Selain kebijakan The Fed, pelaku pasar domestik juga menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang dijadwalkan pada Selasa mendatang.
Herditya memproyeksikan Bank Indonesia mengambil langkah serupa dengan bank sentral AS, yaitu mempertahankan suku bunga acuan di level saat ini.
Meski ada agenda domestik yang penting, ia menilai faktor dari luar negeri masih memegang kendali lebih besar terhadap fluktuasi indeks.