Sisi fundamental dalam negeri juga diperkuat oleh ketahanan realisasi Investasi Asing Langsung (Foreign Direct Investment/FDI) pada kuartal II 2026 yang menorehkan rekor tertinggi sejarah sebesar Rp257,7 triliun, atau tumbuh 27,4 persen secara tahunan (YoY).
“Di tengah perlambatan ekonomi global dan masih berlangsungnya ketidakpastian geopolitik, capaian tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi salah satu destinasi investasi yang menarik bagi investor asing,” kata Imam.
Menariknya, meski menguat tajam pekan lalu, volume perdagangan tercatat relatif rendah. Hal ini dipengaruhi oleh terpecahnya perhatian pelaku pasar menjelang babak final Piala Dunia FIFA, di mana secara historis volume perdagangan saham global bisa menyusut hingga 48 persen saat tim nasional bertanding.
“Seiring berakhirnya turnamen tersebut, likuiditas pasar diperkirakan berpotensi meningkat kembali sehingga dapat menjadi faktor pendukung apabila momentum penguatan IHSG berlanjut,” kata Imam.
(NIA DEVIYANA)