sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

IHSG Pekan Ini Melemah 7,89 Persen, Kapitalisasi Pasar Susut Jadi Rp13.627 Triliun

Market news editor Anggie Ariesta
07/03/2026 08:04 WIB
IHSG mengalami tekanan cukup dalam dengan penurunan sebesar 7,89 persen selama sepekan. Kapitalisasi pasar turut susut menjadi Rp13.627 triliun.
IHSG Pekan Ini Melemah 7,89 Persen, Kapitalisasi Pasar Susut Jadi Rp13.627 Triliun. (Foto: iNews Media Group)
IHSG Pekan Ini Melemah 7,89 Persen, Kapitalisasi Pasar Susut Jadi Rp13.627 Triliun. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup periode perdagangan 2-6 Maret 2026 di zona negatif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan cukup dalam dengan penurunan sebesar 7,89 persen selama sepekan.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan, indeks kini berada di level 7.500-an setelah sebelumnya sempat bertahan di level psikologis 8.200.

"Perubahan terjadi pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan sebesar 7,89 persen sehingga ditutup pada level 7.585,687, dari posisi 8.235,485 pada pekan lalu," ujar Kautsar dalam keterangan resminya, Sabtu (7/3/2026).

Sejalan dengan melemahnya IHSG, kapitalisasi pasar bursa juga terkoreksi sebesar 7,85 persen, dari Rp14.787 triliun menjadi Rp13.627 triliun. Penurunan ini diikuti oleh melambatnya seluruh indikator rata-rata transaksi harian di bursa.

Rata-rata Nilai Transaksi Harian turun 16,64 persen menjadi Rp24,97 triliun. Selanjutnya Rata-rata Volume Transaksi Harian berubah 17 persen menjadi 42,34 miliar lembar saham. Kemudian Rata-rata Frekuensi Harian turun 7,33 persen menjadi 2,73 juta kali transaksi.

Sentimen jual juga datang dari investor asing yang mencatatkan nilai jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp263 miliar pada Jumat (6/3). Secara akumulatif sepanjang tahun 2026, nilai jual bersih investor asing telah mencapai Rp7,29 triliun.

Meski pasar saham cenderung lesu, pasar surat utang tetap menunjukkan gairah. Pada Rabu (4/3/2026), BEI mencatat tiga emisi obligasi baru dari sektor pembiayaan, investasi, dan energi dengan total nilai mencapai Rp3 triliun.

Secara rinci, obligasi PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) senilai Rp1,5 triliun (Peringkat idAAA), PT Provident Investasi Bersama Tbk senilai Rp940 miliar (Peringkat idA), dan PT RMK Energy Tbk senilai Rp560 miliar (Peringkat idA).

Dengan ketiga pencatatan tersebut, total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang 2026 mencapai 36 emisi dari 26 emiten senilai Rp40,51 triliun.

Secara keseluruhan, terdapat 682 emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI dengan nilai outstanding mencapai Rp565,70 triliun dan USD134,01 juta. Selain itu, Bursa jmencatat 186 seri Surat Berharga Negara (SBN) dengan nilai nominal Rp6.683,44 triliun.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement