Investor pun disarankan untuk tetap mencermati perkembangan kebijakan moneter global serta pergerakan nilai tukar rupiah sebagai faktor utama yang memengaruhi arah pasar.
Menurut Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta Utama, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah memasuki area extremely oversold berdasarkan indikator Relative Strength Index (RSI), meski tren penurunan masih berlangsung.
Nafan memperkirakan IHSG memiliki level support di 5.491 dan 5.390, sementara level resistance berada di 5.733 dan 5.839.
Meski valuasi pasar semakin menarik setelah koreksi tajam, dia mengingatkan investor untuk tetap selektif dengan memfokuskan investasi pada saham-saham berfundamental kuat dan memiliki valuasi murah. Investor juga disarankan mencermati emiten yang mulai menunjukkan sinyal pembalikan arah tren.
Secara teknikal, indikator Stochastic K-D dan RSI masih menunjukkan sinyal negatif yang mengindikasikan tekanan jual belum sepenuhnya mereda. Kondisi tersebut juga diperkuat oleh volume perdagangan yang cenderung menurun.