"Sentimen negatif ini turut diperparah oleh pelemahan nilai tukar rupiah yang mencapai di kisaran Rp17.305 per dolar AS," katanya.
Secara teknikal, IHSG telah menembus level support dinamis di level 7.500 poin. Di samping itu, hal ini juga diikuti penyempitan histogram positif MACD serta stochastic RSI yang mulai bergerak turun dari area jenuh beli (overbought).
"Dengan kondisi tersebut, IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan untuk menguji level support berikutnya di 7.425 pada sesi kedua perdagangan hari ini," ujarnya.
Secara sektoral, seluruhnya berada di zona merah, kecuali TRANSPORTATION yang melesat 2,77 persen. Kenaikan sektor ini dipicu lonjakan harga saham maskapai seperti PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) yang menguat 1,4 persen dan PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) yang melesat 6,2 persen.
Sektor INDUSTRIAL menjadi beban terberat IHSG dengan penurunan 2,42 persen. Pelemahan sektor ini terseret turunnya saham PT Astra International Tbk (ASII) -1,9 persen dan PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) -3,8 persen.