IDXChannel - Hasil rebalancing MSCI pada Mei 2026 yang mengeluarkan enam saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index tanpa adanya saham baru yang masuk, dinilai menjadi sinyal berkurangnya bobot Indonesia dalam portofolio pasar negara berkembang.
Menurut Kepala Peneliti NEXT Indonesia Center, Ade Holis, berbagai perkembangan tersebut menunjukkan pentingnya menjaga kredibilitas kebijakan fiskal di tengah meningkatnya kebutuhan pembiayaan program pemerintah.
"Pasar tidak hanya melihat angka defisit atau rasio utang. Investor juga memperhatikan kualitas kebijakan, konsistensi pengelolaan anggaran, serta kemampuan pemerintah menjaga kesinambungan fiskal dalam jangka panjang," kata Ade dalam keterangan resminya, Minggu (7/6/2026).
Selain indikator utang dan defisit, NEXT Indonesia Center menilai kualitas struktur belanja negara menjadi faktor penting yang menentukan keberlanjutan fiskal. Dalam hal ini, tren belanja modal menunjukkan sinyal yang perlu mendapat perhatian serius.
Data 2017–2026 menunjukkan porsi belanja modal terhadap total belanja pemerintah pusat turun dari 16,49 persen pada 2017 menjadi hanya 8,70 persen pada APBN 2026. Penurunan tersebut terjadi ketika belanja pemerintah pusat secara keseluruhan justru terus meningkat.