IDXChannel - Bank Indonesia (BI) mengibaratkan upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah seperti sebuah pertandingan sepak bola di liga dunia yang membutuhkan kerja keras, strategi matang, serta amunisi yang lengkap.
Bank sentral menegaskan bahwa stabilitas mata uang nasional bukan merupakan target yang bisa dicapai melalui pergerakan individu, melainkan hasil dari solidnya kolaborasi lintas sektor.
"Ini bukan permainan individu. Untuk memenangkannya butuh kombinasi strategi yaitu moneter, fiskal, dan kepercayaan publik yang bergerak dalam satu arah," tulis Bank Indonesia dalam pernyataan resminya, dikutip Jumat (5/6/2026).
Dalam ekosistem ini, masyarakat dan pelaku pasar memegang peran krusial sebagai support system. BI menekankan bahwa keyakinan publik memiliki dampak langsung terhadap performa ekonomi di lapangan, di mana sorakan optimistis akan menguatkan tim, sedangkan keraguan justru dapat melemahkan permainan.
Sebagai motor penggerak stabilitas makroekonomi, Bank Indonesia memaksimalkan seluruh instrumen moneter yang dimilikinya melalui tujuh langkah. Pertama, memperkuat intervensi secara berkelanjutan di pasar valas domestik maupun luar negeri melalui transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pusat keuangan global.