IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) mencatat kenaikan mingguan untuk ketiga kalinya secara beruntun, meski ditutup melemah pada perdagangan Jumat (5/6/2026) akibat tekanan dari pelemahan minyak nabati pesaing dan kekhawatiran atas kebijakan ekspor baru Indonesia.
Kontrak CPO acuan pengiriman Agustus di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 1,02 persen menjadi 4.554 ringgit Malaysia per ton pada penutupan perdagangan Jumat.
Kendati demikian, kontrak tersebut masih membukukan kenaikan 0,42 persen sepanjang pekan ini.
Sentimen negatif datang dari pelemahan minyak nabati di Bursa Dalian China serta kekhawatiran pelaku pasar terhadap aturan baru Indonesia yang akan menempatkan ekspor sejumlah komoditas strategis, termasuk minyak sawit, di bawah kendali pemerintah pusat.
Tekanan juga berasal dari ekspektasi kenaikan persediaan minyak sawit Malaysia. Survei Reuters memperkirakan stok pada Mei meningkat untuk bulan kedua berturut-turut.