Mandeknya pembicaraan antara Washington dan Teheran mendorong harga energi, sehingga meningkatkan daya tarik minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel.
Mengutip Trading Economics, dukungan jangka panjang juga datang dari kondisi cuaca yang lebih kering di sejumlah wilayah Asia serta proyeksi fenomena El Nino yang kuat.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap produksi tanaman dan pasokan minyak nabati global.
Direktur perusahaan pialang Pelindung Bestari, Paramalingam Supramaniam, mengatakan kepada Reuters, pasar juga mendapat penopang dari perkiraan penurunan produksi minyak sawit pada Mei.
Sementara itu, Indonesia pada Jumat resmi menerbitkan regulasi baru yang mengatur ekspor komoditas strategis, termasuk minyak sawit, di bawah kendali pemerintah pusat.