IDXChannel - Setidaknya 50 perusahaan teknologi Amerika Serikat (AS) mendesak Gedung Putih untuk tidak membatasi model kecerdasan buatan (AI) yang bersifat terbuka.
Dilansir dari Forbes pada Senin (27/7/2026), petisi tersebut dipicu sorotan terhadap model AI asal China yang mayoritas bersifat terbuka.
Sejumlah pihak menuduh model AI China mencuri teknologi AS. Kepopuletan model AI China juga dianggap sebagai isu keamanan nasional oleh sebagian orang.
Pada 24 Juli, CEO Nvidia Jensen Huang mengunggah petisi tersebut untuk pertama kalinya di platform media sosial X.
Pada saat itu, petisi tersebut baru ditandatangani 25 perusahaan. Raksasa AI AS seperti OpenAI dan Anthropic tidak ikut membubuhkan tandatangan mereka.