IDXChannel - Perusahaan taksi dan ojek daring Grab menghadapi seruan boikot di Vietnam.
Dilansir dari CNA pada Jumat (11/9/2026), sebagian pengemudi Grab di Vietnam menggunakan media sosial untuk menyerukan rekan-rekan mereka memboikot aplikasi tersebut akhir pekan ini.
Para pengemudi itu mengeluhkan kenaikan biaya layanan yang mengurangi pendapatan mereka secara signifikan.
Sejumlah pengemudi membagikan tangkapan layar yang menunjukkan penurunan pendapatan mereka, dan mendesak yang lain untuk berhenti menerima pesanan pada Sabtu dan Minggu sebagai bentuk protes.
"Mari kita semua bersatu, matikan aplikasi untuk menuntut keadilan," kata seorang pengguna Facebook dalam sebuah unggahan di grup publik bernama Komunitas Pengemudi Grab Vietnam, yang memiliki 169.000 anggota.