IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun dalam pada perdagangan sesi I, Selasa (19/5/2026). Indeks melemah 3,08 persen ke level 6.396,27 poin.
Pelemahan indeks utama itu terseret oleh penurunan saham-saham komoditas. Hal tersebut tercermin dari sektor ENERGY yang anjlok 6,47 persen.
Saham batu bara seperti PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) melemah 9,8 persen ke Rp8.075 dan PT Bumi Resources Indonesia Tbk (BUMI) yang tertekan 9,2 persen ke Rp187.
Begitu juga dengan saham CPO yang tertekan seperti PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) yang terkoreksi 11,5 persen ke Rp1.655 dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) yang turun 6,04 persen ke Rp1.400.
Kejatuhan saham komoditas dipicu oleh isu pembentukan badan khusus ekspor strategis, termasuk batu bara dan CPO. Pasar merespons negatif isu pembentukan badan tersebut yang berpotensi mengubah mekanisme perdagangan ekspor.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mengetahui kabar pembentukan badan khusus ekspor tersebut. Namun, Presiden Prabowo Subianto akan mendiskusikan soal wacana tersebut bersama para menterinya.
"Wah saya enggak tahu, nanti Presiden (Prabowo) yang ngomongin itu," ujarnya.
Berdasarkan kabar yang beredar, pemerintah mempertimbangkan pembentukan badan ekspor yang terpusat yang akan berfungsi sebagai perantara ekspor khusus komoditas strategis. Nantinya, eksportir menjual produknya kepada badan tersebut sebelum badan tersebut menjualnya kepada pembeli global.
Pembentukan badan tersebut terkait rencana pemerintah memberantas praktik under invoicing pada ekspor yang menyebabkan potensi kehilangan devisa dan penerimaan negara.
Kendati demikian, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi dari pemerintah terkait kabar tersebut.
(Rahmat Fiansyah)