IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot lebih dari 2 persen hingga perdagangan Senin (12/10/2026) siang, tertekan rumor potensi sanksi dari MSCI atau regulator terhadap sejumlah emiten, di tengah memburuknya sentimen pasar global.
Pada pukul 15.08 WIB, IHSG turun 2,34 persen ke level 5.951,38, setelah sempat menyentuh level terendah harian 5.921,70.
Dengan pelemahan tersebut, IHSG kembali menembus level psikologis 6.000.
Sebanyak 636 saham melemah, 120 saham menguat, dan 207 saham stagnan.
Saham-saham konglomerasi, termasuk Grup Barito, Bayan, Salim, dan Sinarmas, menjadi sejumlah penekan utama indeks, sementara saham perbankan besar juga bergerak melemah meski dengan penurunan yang relatif lebih terbatas.
Tekanan pasar meningkat setelah beredar rumor bahwa MSCI atau regulator berpotensi mengumumkan sanksi terhadap sejumlah emiten, termasuk PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), pada pekan ini.
Seiring kabar tersebut, saham BREN jatuh 11,48 persen ke Rp2.390 per unit, DSSA tergelincir 12,39 persen, dan RLCO ambles 8,87 persen.