Di pasar valuta asing, rupiah juga masih terdepresiasi hingga Rp18.185 per USD, menurut MNC Sekuritas.
Kombinasi pelemahan rupiah, kenaikan yield obligasi, dan tingginya harga minyak menjadi tantangan bagi pasar keuangan domestik di tengah ketidakpastian global.
Investor juga menanti keputusan suku bunga The Fed pada Rabu (28/10), yang diperkiraka dipertahankan di kisaran 3,75-4,00 persen.
Pasar cenderung wait and see menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC), sementara arah kebijakan moneter AS selanjutnya tetap menjadi perhatian investor.
Dari sisi teknikal, MNC Sekuritas memperkirakan koreksi IHSG masih merupakan bagian dari wave b dari wave (iv), dengan potensi pengujian area 5.116-5.180.