Sentimen pertama adalah transisi kepemimpinan Bank Indonesia (BI). Setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri, Destry Damayanti menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur BI.
Pasar masih menunggu penetapan gubernur definitif di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan ketidakpastian global.
Kondisi tersebut dinilai menjaga volatilitas pasar domestik tetap tinggi karena pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan moneter dan independensi BI.
Di sisi eksternal, perhatian juga tertuju pada hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC). The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga Fed Funds Rate di kisaran 3,50-3,75 persen untuk kelima kalinya secara beruntun.
Meski demikian, investor akan mencermati proyeksi suku bunga (dot plot), forward guidance, serta pernyataan Ketua The Fed yang dapat memengaruhi pergerakan dolar AS dan aset berisiko, termasuk pasar negara berkembang.