Meski demikian, tren bullish jangka pendek masih relatif terjaga selama IHSG mampu bertahan di kisaran support 6.192-6.244.
Senada, MNC Sekuritas menilai pergerakan IHSG masih berada dalam fase uptrend dan masih mampu bertahan di atas MA20.
Namun, dalam skenario terburuk, IHSG diperkirakan telah menyelesaikan wave (a) pada pola diagonal sehingga masih rawan terkoreksi ke rentang 5.890-6.192 untuk membentuk wave (b).
Dari eksternal, ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengajukan tuntutan kompensasi kepada Iran sebagai bagian dari upaya mencapai kesepakatan damai.
Perkembangan tersebut berpotensi memperumit pembukaan kembali Selat Hormuz dan menjaga risiko volatilitas harga minyak. Kondisi ini dapat kembali memengaruhi sentimen pasar saham global, termasuk Indonesia.